Kamis, 08 September 2016

pendidikan karakter

PENDIDIKAN KARAKTER
Yasinta Yenita Dhiki
Program Studi Pendidikan Matematika, 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Flores
Jln. Sam Ratulangi, Ende, Email: dhikiyasinta1@gmail.com

Abstrak :  Dunia pendidikan menyadari bahwa nilai-nilai merupahkan inti dari setiap kebudayaan, khususnya nilai-nilai karakter yang merupahkan sarana/ upaya untuk  membangun karakter bangsa.  Nilai-nilai itu di antaranya  tanggung jawab, rasa hormat, keadilan, keberanian, kejujuran, rasa kebangsaan, disiplin diri, peduli, dan ketekunan. Pendidikan nilai dimulai dari rumah dan dikembangkan di sekolah/lembaga pendidikan, dan diterapkan secara nyata di masyarakat. Lembagaa pendidikan dalam hal ini tenaga pendidik harus mampu mengitegrasikan nilai-nilai karakter di setiap mata pelajaran, maupun pada kegiatan ekstra kurikuler.

Kata Kunci:  Pendidikan Karakter, Tenaga Pendidik

















KATA PENGANTAR

      Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, dan kebaikan-Nya sehingga penyusunan makalah ini selesai sesuai dengan apa yang diharapkan. Tak lupa saya ucapkan terimakasih atas semua pihak yang ikut membantu penyusunan makalah tentang pendidikan karakter. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang pendidikan karakter baik itu dari sisi pengertian karakter dan pendidikan karakter maupun nilai  serta peran guru dalam pendidikan karakter. Semoga apa yang penulis sampaikan melalui makalah ini dapat menambah wawasan baik itu untuk pribadi penulis maupun dunia pendidikan pada umumnya.
        Penulis  menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu penulis  sangat mengharap adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak - pihak yang sudah membantu dalam penyusunan makalah ini.

                                                                                                                        Ende,    2015



                                                                                                                               Penyusun






























DAFTAR ISI


Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I          PENDAHULUAN
                    A. Latar Belakang
                    B. Rumusan Masalah
                    C. Tujuan

BAB II        PEMBAHASAN
                    A. Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter
                    B. Pendidikan karakter sebagai Pendidikan Nila
                    C. Peran Guru Dalam Pendidikan Karakter

BAB III       PENUTUP
                    3.1.Kesimpulan
                    3.2. Saran

Daftar Pustaka















BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakan

Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting.
Hal ini sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3, yaitu:”Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Dalam UU ini secara jelas ada kata “karakter”,
Ahli pendidikan nilai  Zuchdik (Adisusilo, 2012: 77) memaknai karakter sebagai seperangkat sifat-sifat yang selalu dikagumi sebagai tanda-tanda kebaikan, kebijakan, dan kematangan moral seseorang. Tujuan pendidikan karakter adalah mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab.

B.     Rumusan Masalah
Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Beberapa masalah tersebut antaralain :
a.       Apa itu karakter dan pendidikan karakter
b.       Apakah  pendidikan karakter merupahkan  pendidikan nilai
c.       Bagaimana Peran guru dalam pendidikan karakter

C.     Tujuan
Berdasarkan rumusan masalaah di atas, maka tujuan dalam penulisan makalah ini sebagai berikut:
a.       Untuk  mengetahui apa itu karakter dan pendidikan karakter.
b.      Untuk mengetahui pendidikan karakter sebagai pendidikan nilai.
c.       Untuk mengetahui peran guru dalam pendidikan karakter.









BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter
Pengertian karakter
·         Menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia Karakter adalah Sifat - sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain
·         Menurut (Ditjen Mandikdasmen - Kementerian Pendidikan Nasional) karakter adalah cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
·         Menurut  Imam Ghozali menganggap bahwa karakter lebih dekat dengan akhlaq, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau melakukan perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perlu dipikirkan lagi.
Dari pendapat di atas dipahami bahwa karakter itu berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi ‘positif’, bukan netral. Jadi, ‘orang berkarakter’ adalah orang yang mempunyai kualitas moral (tertentu) positif. Dengan demikian, pendidikan membangun karakter, secara implisit mengandung arti membangun sifat atau pola perilaku yang didasari atau berkaitan dengan dimensi moral yang positif atau baik, bukan yang negatif atau buruk. Hal ini didukung oleh Peterson dan Seligman (Gedhe Raka, 2007:5) yang mengaitkan secara langsung ’character strength’ dengan kebajikan. Character strength dipandang sebagai unsur-unsur psikologis yang membangun kebajikan (virtues). Salah satu kriteria utama dari ‘character strength’ adalah bahwa karakter tersebut berkontribusi besar dalam mewujudkan sepenuhnya potensi dan cita-cita seseorang dalam membangun kehidupan yang baik, yang bermanfaat bagi dirinya, orang lain, dan bangsanya.
Pengertian pendidikan karakter
·         Pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. Pendidikan bukan merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih luas lagi yakni sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). Anak harus mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. Dimensi kemanusiaan itu mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar, yaitu: (1) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur serta kepribadian unggul, dan kompetensi estetis; (2) kognitif yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembang-kan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis.

·         Pendidikan karakter adalah sebuah sistem yang menanamkan nilai karakter pada peserta didik yang mengandung komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai - nilai baik terhadap Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan maupun bangsa. Sementar itu menurut  Foerster ( Adisusilo, 2012: 77) karakter adalah seperangkat nilai  yang telah menjadi kebiasaan hidup sehingga menjadi sifat tetap dalam diri sesorang , misalnya kerja keras, pantang menyerah, jujur, sederhana, dll. Dengan karakter itulah kualitas seorang  pribadi diukur. Sedangkan tujuan pendidikan karakter adalah terwujudnya kesatuan esensial si subjek dengan perilaku dan sikap/ nilai hidup yang dimilikinya. Jadi, pendidikan karakter dapat dilakukan dengan pendidikan nilai pada diri seseorang.

B.     Pendidikan Karakter Sebagai Pendidikan Nilai
Daniel  Goleman yang terkenal dengan bukunya Multiple Intelligences, dan Emosional Intellgences (1999), menyebutkan bahwa pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai, yang mencakup sembilan nilai dasar yang saling terkait, yaitu:
1.      Responsibility (tanggung jawab)
2.      Respect (rasa hormat)
3.      Fairness (keadilan)
4.      Courage (keberanian)
5.      Honesty (kejujuran)
6.      Citizenship (rasa kebangsaan)
7.      Self-discipline (disiplin diri)
8.      Caring (peduli) dan
9.      Perseverance (ketekunan)
Pendidikan nilai harus dimulai di rumah, dikembangkan di lembaga pendidikan sekolah dan diterapkan secara nyata dalam masyarakat (termasuk masyarakat politik, industri, usaha, dan lain – lain). Dalam pandangannya pendidikan nilai atau karakter amat sebab menurut hasil penelitian Daniel Golema (Adisusilo, 2012:81), keberhasilan atau sukses hidup seseorang itu 80% ditentukan oleh karakternya (kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual) dan hanya 20% ditentukan oleh kecerdasan intelektualnya.
Lickona (1991: 187-189; 220-221) menyatakan bahwa ada 11 prinsip agar pendidikan karakter dapat terlaksana secara efektif:
1.      kembangkan nilai – nilai universal / dasar sebagai fondasinya;
2.      defenisikan  “karakter” secara komprehensif yang mencakup pikiran, perasaan dan perilaku;
3.       gunakan pendekatan yang komprehensif, disengaja, dan proaktif;
4.      ciptakan kominitas sekolah yang penuh perhatian;
5.      beri peserta didik kesempatan untuk melakukan tindakan moral;
6.      buat kurikulum akademik yang bermakna dan yang menghormati semua peserta didik untuk berhasil;
7.      mendorong motivasi pesrta didik;
8.      melibatkan seluruh civitas sekolah sebagai kominitas pembelajaran dan moral;
9.      tumbuhkan kebersamaan dalam kepemimpinan moral;
10.  libatkan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra;
11.  evaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolahsebagai pendidik karakter, dan sejauh mana peserta didik memanifestasikan karakter yang baik.




C.     Peran guru dalam pendidikan karakter

Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik atau siswa. Dalam konteks pencapaian tujuan pendidikan karakter, Guru menjadi ujung tombak keberhasilan tersebut. Guru, sebagai sosok yang digugu dan ditiru, mempunyai peran penting dalam aplikasi pendidikan karakter di sekolah maupun di luar sekolah. Sebagai seorang pendidik, guru menjadi sosok figur dalam pandangan anak, guru akan menjadi patokan bagi sikap anak didik. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional diamanatkan bahwa seorang guru harus memiliki kompetensi kepribadian yang baik. Kompetensi kepribadian tersebut menggambarkan sifat pribadi dari seorang guru. Satu yang penting dimiliki oleh seorang guru dalam rangka pengambangan karakter anak didik adalah guru harus mempunyai kepribadian yang baik dan terintegrasi dan mempunyai mental yang sehat. image Profesi guru mempunyai 2 (dua) tugas penting, yaitu mengajar dan mendidik. Kedua tugas tersebut selalu mengiringi langkah sang guru baik pada saat menjalankan tugas maupun diluar tugas (mengajar). Mengajar adalah tugas membantu dan melatih anak didik dalam memahami sesuatu dan mengembangkan pengetahuan.
Sedangkan mendidik adalah mendorong dan membimbing anak didik agar maju menuju kedewasaan secara utuh. Kedewasaan yang mencakup kedewasaan intelektual, emosional, sosial, fisik, seni spiritual, dan moral. Pendidikan karakter dewasa ini menjadi solusi alternatif bagi perkembangan siswa mejadi insan ideal.
Pendidikan karakter diarahkan untuk menanamkan karakter bangsa secara menyeluruh, baik pengetahuan (kognitif), nilai hidup (afektif), maupun tindakan terpuji (psikomotor). Tujuannya adalah membentuk siswa supaya mereka mampu menjadi insan kamil. Pelaksanaan pendidikan karakter diprioritaskan pada penanaman nilai-nilai transeden yang dipercayai sebagai motor penggerak sejarah (Koesoema, 2007). Tujuannya adalah meningkatkan mutu pendidikan yang menekankan kepada pembentukan karakter dan akhlak mulia para siswa secara utuh dan seimbang sesuai dengan SKL yang ditentukan.
Sebagai pendidik, guru bisa menjadi mitra siswa dalam berkembang maupun dalam menilai perkembangan siswa tersebut. Untuk itu, guru harus terlebih dahulu mengenal siswa secara pribadi. Hal ini bisa ditempuh dengan cara: pertama, guru harus mengenali dan memperhatikan pengertian-pengertian yang dibawa siswa pada awal proses pembelajaran. Kedua, guru harus mengetahui kemampuan, pendapat, dan pengalaman siswa. Ketiga, pengenalan dan pemahaman konteks nyata para siswa sebagai dasar dalam merumuskan tujuan, sasaran, metode, dan sarana pembelajaran. Guru harus mampu mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam setiap mata pelajaran, termasuk kegiatan ekstrakurikuler.









BAB III
KESIMPULAN

A.     Kesimpulan
Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa karakter adalah seperangkat nilai yang telah menjadi kebiasaan hidup. Pendidikan karakter merupahkan pendidikan nilai harus di mulai dari keluarga di kembangkan di lembaga pendidikan dan diterapkan secara nyata dalam masyarakat. Sedangkan tujuan dari pendidikan karakter
 merupahkan  perwujudtan perilaku dan sikap/nilai hidup yang dimilikinya, serta menciptakan manusia yang cerdas, kreatif , berahlak dan memiliki kepribadian yang positif agar mampu mengelola dan mengambil peran dalam membangun bangsa yang bermartabat.

B.     Saran
Pemerintah dan semua komponen masyarakat, orang tua dan guru harus  bahu membahu untuk dapat menanamkan nilai karakter pada diri peserta didik agar menjadi tunas bangsa yang bermartabat dan beraklhak.
Akhirnya dari semua pembahasan ini , penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.  Amin.

















DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas, 2003, Undang-undang No. 20 tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, www.depdiknas.go.id
Natsir B. Kotten, 2012. Profesi Pendidikan. Ende: Nusa Inda
Sutarjo Adisusilo, JR.  2012. Pembelajaran Nilai Karakter. Jakarta:  PT Raja Grafindo Persada
http: //www.Belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-karakter.